Senin, 18 Februari 2013

Mengukur Kesuburan Pria



Mengukur Kesuburan Pria
Pria dikatakan subur jika memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
a.    Kualitas spermatozoa cukup baik. salah satu indikatornya adalah jumlah per cc cairan sperma. Jum lah normal spermatozoa antara 60-200 juta setiap cc cairan sperma. Jumla h cairan sperma yang dikeluarkan setiap ejakulasi adalah sekitar 2-5 cc. Menurut WHO, jumlah minimal spermatozoa dalam setiap cc cairan sperma untuk dapat menimbulkan pembuahan adalah 20 juta / cc.
b.    Pergerakan spermatozoa cukup baik.
c.    Kekentalan, sel darah putih, dan perlengketan antara sesame spermatozoa normal.
d.    Kemampuan meletakkan spermatozoa dalam liang senggama. Dengan kata lain, mampu ereksi dan mempertahankan ereksi sampai sperma disemprotkan ke dalam liang senggama.
Mengukur kesuburan Wanita
Wanita dikatakan subur jika memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
a.    Berkembangya sel telur dengan baik di dalam indung telur.
b.    Terjadinya pelontaran sel telur yang telah matang oleh indung telur (ovulasi) ke arah ujung luar sauran telur (fimbriae).
c.    Tidak banyak infeksi yang mengundang sel darah putih datang dan ikut menghancurkan spermatozoa.
d.    Keseimbangan hormon tidak terganggu
e.    Saluran telur tidak tersumbat.

Senin, 07 Januari 2013

Fisiologi haid

Welcome to My Blog......



Assalamualaikum wr. wb

Fisiologi haid


Haid atau menstruasi adalah pelepasan lapisan fungsional endometrium secara siklik dan periodik yang diikuti dengan terjadinya perdarahan yang keluar dari  alat kemaluan wanita akibat penurunan mendadak  hormon progesteron endometrium tidak menerima hasil  fertilisasi atau tidak terjadinya kehamilan. 

Haid pervaginam yang berlangsung secara periodik adalah perdarahan dan siklik dari uterus disertai pelepasan endometrium. Haid normal adalah perdarahan haid yang panjang, lama dan jumlah perdarahan dalam batas normal. Panjang siklus haid normal adalah 28 ± 7 hari (21-35 hari).
  
Jumlah 40-80 ml (2-5 pembalut/hari); dan lama haid antara 3-7 hari. Disebut gangguan haid jika panjang, banyaknya dan lamanya perdarahan haid diluar batas normal. Untuk lebih mendalam memahami gangguan haid dan siklusnya, fisiologi dan siklus haid normal harus dipahami lebih dahulu.


Fase-fase Haid :
l . Ovarium :
  - Fase Folikulogenesis
  - Fase Ovulasi
  - Fase Luteal
2.   Endometrium :
  - Fase Proliferasi
  - Fase Sekresi
  - Fase menstruasi


Hipotalamus menghasilkan :
-          Releasing hormone/Releasing factor (GnRH dan PIF) yang berfungsi
  merangsang hipofisis mengeluarkan
  gonadotropin dan menghambat
  prolaktin.
Hipofisis menghasilkan  :   
gonadotropin (FSH dan LH) :
l  FSH berfungsi merangsang ovarium untuk menghasilkan folikel (folikulogenesis)
l  LH berfungsi memecahkan sel telur yang matang dan membentuk korpus luteum.

Ovarium menghasilkan :
-         Estrogen yang berfungsi merangsang
  merangsang endometrium untuk berproliferasi
-         Progesteron yang berfungsi merangsang endometrium untuk bersekresi





Siklus menstruasi
Siklus menstruasi dibagi atas empat fase.
Fase menstruasi Yaitu, luruh dan dikeluarkannya dinding rahim dari tubuh. Hal ini disebabkan berkurangnya kadar hormon seks. Hali ini secara bertahap terjadi pada hari ke-1 sampai 7.
Fase praovulasi Yaitu, masa pembentukan dan pematangan ovum dalam ovarium yang dipicu oleh peningkatan kadar estrogen dalam tubuh. Hal ini terjadi secara bertahap pada hari ke-7 sampai 13.
Fase ovulasi Yaitu, keluarnya ovum matang dari ovarium atau yang biasa disebut masa subur. Bila siklusnya tepat waktu, maka akan terjadi pada hari ke-14 dari peristiwa menstruasi tersebut.
Fase pascaovulasi Yaitu, masa kemunduran ovum bila tidak terjadi fertilisasi. Pada tahap ini, terjadi kenaikan produksi progesteron sehingga endometriummenjadi lebih tebal dan siap menerima embrio untuk berkembang. Jika tidak terjadi fertilisasi, maka hormon seks dalam tubuh akan berulang dan terjadi fase menstruasi kembali.